Klara dan the Sun Langsung ke konten utama

Unggulan

The Silent Patient

Buku ini dibuka dengan adegan yang menarik: seorang wanita bernama Alicia menembak suaminya di kepala. Setelah ditangkap, Alicia dimasukkan ke RSJ karena dianggap mengalami gangguan jiwa. Selama di RSJ, dia tidak pernah berbicara, jadi tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu dan mengapa dia melakukannya. Di RSJ, Alicia bertemu dengan seorang psikolog bernama Theo yang penasaran dengannya. Theo kemudian melakukan investigasi sendiri, mulai dari menemui keluarga Alicia dan keluarga iparnya, sampai mencari tahu tentang teman-temannya. Akhirnya, Theo menemukan alasan Alicia melakukan hal itu. Dan tentu saja, ada plot twist di baliknya. Awalnya menarik, tapi lama-lama saya bosan. Kita seperti diajak berputar-putar dari satu tokoh ke tokoh lain demi menemukan jawabannya. Kelamaan. Selain itu, meski Theo adalah seorang psikolog, rasanya dia lebih sering bertindak seperti polisi atau detektif yang sedang melakukan penyelidikan. Kedalaman tokohnya juga tidak terlalu digali, seh...

Klara dan the Sun


Belakangan ini saya lagi senang baca buku berbahasa Inggris. Tapi karena nggak tahu siapa penulis yang bagus, saya minta rekomendasi ke teman-teman saya. Saya cuman bilang kalau saya ingin buku yang ringan, tapi bukan romansa, karena merasa sudah nggak relate. Hehe.

Hingga akhirnya salah satu teman saya merekomendasikan novel berjudul Klara and the Sun karya Kazuo Ishiguro ini. Tanpa baca review, saya langsung pesan online di Periplus dan langsung dikirim saat itu juga.

Isi bukunya

Novel Klara dan the Sun itu bercerita tentang artificial friend (AF) yang diprogram untuk menemani anak-anak. Cerita dimulai dari tokoh utama, yaitu Klara, sebuah AF yang sedang dipajang di toko. Di toko tersebut, Klara seringkali di pajang di dekat jendela, sehingga ia bisa mengobservasi perilaku manusia di balik kaca.  

Klara adalah AF yang pintar, dia tahu bahwa ketika ia berada di bagian depan toko, artinya dia menjadi representasi dirinya dan toko tersebut. Makanya, ia sering bersikap sebaik mungkin agar pelanggan memilihnya. Namun, karena ia termasuk seri AF lama, Klara memerlukan waktu yang nggak sebentar sehingga laku terjual.

Hingga akhirnya ada seorang remaja perempuan yang jatuh cinta kepada Klara, yaitu Josie. Singkat cerita, Josie akhirnya berhasil merujuk ibunya untuk membeli Klara. Setelah selesai transaksi, Klara pun dibawa ke rumah dan menjadi teman Josie. 

Josie adalah anak remaja yang sakit (belakangan diketahui bahwa ia dulunya merupakan anak yang telah mengalami lifting atau sebuah proses peningkatan genetik supaya pintar. Hanya saja, dampaknya anak tersebut bisa sakit) dan harus disekolahkan di rumah. Makanya, Klara menjadi teman satu-satunya Josie. 

Ketika Josie sakit parah, Klara membuat jendela kecil di kamar Josie agar cahaya matahari masuk dan mengenai tubuh Josie. Dia sangat percaya matahari bisa menyembuhkan, seperti bagaimana ia merasa segar saat kena matahari (dia solar-powered robot, btw).

Cerita pun bergulir hingga (ini spoiler, stop di sini kalau nggak mau tahu) Josie akhirnya sehat, menjadi dewasa, dan tidak lagi membutuhkan Klara.

Kesan saya terhadap buku ini

Saya suka sekali dengan temanya, yang menurut saya modern dengan keadaan kita sekarang, yaitu kemajuan teknologi yang memungkinkan ada artificial intelligence dan robot di sekitar kita. Baca novel ini ngingetin sama sama film Her (2013) atau tema-tema yang ada di seri Black Mirror.

Selain itu, saya ngerasa baca novel ini berasa lagi baca laporan atau produk business writing lainnya, karena penuturannya terasa kaku dan kata-kata yang dipilih itu formal atau semi-formal banget. Namun akhirnya sadar bahwa novel diceritakan oleh seorang robot, sehingga bahasanya nggak seluwes manusia. 

Si pengarang, Kazuo Ishiguro, berhasil membuat saya peduli dengan si Klara. Pertama, saya jadi ikut merasa lega ketika Klara akhirnya dibeli oleh Josie. Kedua, saya merasa sedih ketika Klara hampir jadi bulan-bulanan teman-temannya Josie. Ketiga, saya merasa miris ketika ternyata ibunya Josie memilih Klara karena kemampuan Klara yang bisa meniru perilaku Josie dengan sangat baik. Penyebabnya karena si ibu tahu bahwa suatu saat Josie akan meninggal dan Klara akan menggantikannya.

Dan keempat (ini spoiler) adalah ketika Klara sadar bahwa Josie sudah menjadi dewasa, sudah sehat, dan tidak lagi membutuhkan KIara. Dia menerimanya dengan senang, merasa tugasnya sudah selesai, dan cukup bahagia hanya duduk di gudang tua yang menjadi tempat pembuangan AF yang sudah nggak dibutuhkan. Di sana, Klara senang karena ia bisa melihat matahari sambil mengenang masa-masa indahnya bersama Josie. Bagian ini agak sedih sih.

Buku ini punya plot yang maju dan cenderung datar. Nggak ada sebuah twist yang benar-benar mencengangkan. Jadinya saya merasa agak bosan saat bacanya. Selain itu, Klara yang innocent dan optimistis juga bikin buku ini jadi terlalu positif. Haha.

Saya suka dengan temanya, tapi mungkin nanti akan mencari novel dengan genre ini yang lebih menyayat hati dan penuh dengan twist.

Kalau kamu suka dengan novel tema sci-fi atau distopia, dan tahan membaca narasi panjang dan berlama-lama, boleh banget baca ini sih.

Komentar

Postingan Populer